Pages

Wednesday, September 6, 2017

Hubungan Al-Qur'an Surat An-Nissa Ayat 59 Dalam Kehidupan Sehari-hari

“KORELASI HUBUNGAN AL-QUR’AN SURAT AN-NISSA AYAT 59 DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”
Tugas Ini Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Semester Genap
Tahun Pelajaran 2017/2018

DISUSUN OLEH : KELOMPOK / XI IPA 5
1.     
2.     
3.     
4.     Muhammad Raihan Indraguna
5.     
6.     

Pemerintahan Kabupaten Ciamis
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
SMA NEGERI 2 CIAMIS
Jln. K.H. Ahmad Dahlan No. 2 tlp. 771709 Ciamis



LEMBAR PENGESAHAN
Makalah yang berjudul “KORELASI HUBUNGAN AL-QUR’AN SURAT AN-NISSA AYAT 59 DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”. Tugas Ini Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Semester Genap Tahun 2017/2018

Telah disetujui oleh :



Wali Kelas                                                  Guru Mata Pelajaran




                                           
NIP :                                                                        NIP : 



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang  telah memberikan rahmat, serta karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sederhana ini.
Selain itu saya mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Ibu Selly Afianti selaku wali kelas XI IPA 5.
2.      Bapak  selaku pembimbing sekaligus guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat dijadikan acuan untuk membuat makalah lebih baik lagi kedepannya.

                                                                        Ciamis, 03 September 2017



                                                                                                Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN............................................................... ii
KATA PENGANTAR....................................................................... iii
DAFTAR ISI..................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 5
A.   Latar Belakang.......................................................................... 5
B.   Rumusan Masalah..................................................................... 5
C.   Manfaat..................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN................................................................... 6
A.   Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 59 ............................................ 6
B.   Kandungan Surat An-Nisa ayat 59........................................... 6
C.   Tafsir Menurut Beberapa Ulama............................................... 6
D.   Pengamalannya Dalam Kehidupan Sehari-hari........................ 10
BAB III PENUTUP ......................................................................... 12
A.   Kesimpulan.............................................................................. 12
B.   Saran........................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................... 13




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Mengingat pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan pada zaman ini oleh karena itu kelompok kami menyajikan pembahasan tentang isi atau kandungan Surat An-Nisa ayat 59, dengan itu kami harap para generasi selanjutnya memliki semangat untuk mempelajari Pendidikan Agama Islam pada masa sekarang agar moral dan sikap mereka tidak berantakan. Oleh karna itu bimbingan dari pada orang tua dan guru sekolah sangat diperlukan
1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa saja kandungan surat An-nisa aya 59 ?
2.    Bagaimanakah tafsir nya menurut  beberapa ulama ?
3.    Apa hubungan dan pengamalannya dalam kehidupan sehari hari ?
1.3  Manfaat
1.      Untuk mengetahui kandungan surat An-nisa ayat 59.
2.      Untuk mengetahui dan mengamalkan hal-hal yang harus diamalkan dalam surat.
3.      Untuk mengetahui tafsir suratnya menurut beberapa ulama.



BAB 2
PEMBAHASAN
2.1Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 59
2.2Kandungan Surat An-Nisa Ayat 59
1.      Perintah Allah SWT kepada manusia agar beriman kepada Allah, Rosul dan ulil amri
2.      Menyelesaikan masalah perbedaan pendapat dengan mengembalikannya kepada Allah dan Al-Qur’an
3.      Penegasan Allah SWT bahwa mengembalikan segala urusan kepada Allah lebih baik daripada mengikuti pendapat manusia
4.      Perintah untuk taat pada Allah, Rasul, dan Ulil Amri atau Pemimpin.
5.      Apabila terjadi perbedaan pendapat maka hendaklah dikembalikan ke Allah dan Rasulnya.
2.3Tafsir Menurut Beberapa Ulama
Dalam Q.S. An-Nis-a` ayat 59, Allah memerintahkan beberapa hal kepada orang-orang mukmin. Pertama, perintah untuk menaati Allah SWT. dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketaatan kepada Allah ini diwujudkan dengan mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Al-Qur'an.
Kedua, perintah untuk menaati Rasulullah SAW. dengan mengikuti sunnah beliau, baik dalam hal-hal yang termasuk perintah maupun larangannya. Taat kepada Rasulullah SAW. juga berarti taat kepada Allah sebagai firman Allah:
"Barangsiapa yang menaati Rasul itu sesungguhnya ia telah menaati Allah...."(Q.S. An-Nis-a`/4:80).
Ketiga, perintah untuk menaati ulil amri. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian ulil amri, di antaranya adalah sebagai berikut.
1.    Ibnu Jarir at-Tabariy menyebutkan bahwa menurut sebagian ulama, yang dimaksud dengan ulil amri adalah umar-a`. Sebagian yang lain berpendapat bahwa ulil amri itu adalah ahlul 'ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu dan pengetahuan akan fiqh). Ada yang berpendapat bahwa sahabat-sahabat Rasulullah-lah yang dimaksud dengan ulil amri. Dan ada pula yang berpendapat bahwa ulil amri itu adalah Ab-u Bakar dan 'Umar (Tafsir al-Tabariy, juz 5, h. 147-149).
2.    Imam al-M-awardiy menyebutkan ada empat pendapat dalam mengartikan kalimat ulil amri pada Q.S. An-Nisa`: 59. Pertama, ulil amri bermakna umar-a' (para pemimpin yang konotasinya adalah pemimpin masalah keduniaan). Ini merupakan pendapat Ibnu 'Abb-as, as-Sa'diy, dan Ab-u Hurairah serta Ibnu Zaid. Kedua, ulil amri itu maknanya adalah ulama dan fuqaha`. Ini menurut pendapat J-abir bin 'Abdull-ah, al-Hasan, Ath-a`, dan Ab-u al-'-Aliyah. Ketiga, pendapat dari Muj-ahid yang mengatakan bahwa ulil amri itu adalah sahabat-sahabat Ras-ulull-ah SAW.. Pendapat keempat, yang berasal dari Ikr-i-mah, lebih menyempitkan makna ulil amri hanya kepada dua sahabat saja, yaitu Abu Bakar dan Umar (Tafsir al-M-awardiy, jilid 1, h. 499-500).
3.    Ibnu Kasir, setelah mengutip sejumlah hadis mengenai makna ulil amri, menyimpulkan bahwa ulil amri itu, menurut zhahirnya, adalah ulama. Sedangkan secara umum ulil amri itu adalah umar-a` dan ulama (Tafsir Al-Qur'-an al-'Azh-im, juz 1, h. 518).
4.    Ahmad Mus.tafa al-Mar-aghiy menyebutkan bahwa ulil amri itu adalah umar-a', ahli hikmah, ulama, pemimpin pasukan dan seluruh pemimpin lainnya yang manusia merujuk kepada mereka dalam hal kebutuhan dan kemaslahatan umum. Dalam halaman selanjutnya, al-Mar-aghiy juga menyebutkan contoh yang dimaksud dengan ulil amri ialah ahlul halli wal 'aqdi (semacam legislatif) yang dipercaya oleh umat, seperti ulama, pemimpin militer dan pemimpin dalam kemaslahatan umum seperti pedagang, petani, buruh, wartawan dan sebagainya. (Tafsir al-Mar-aghiy, juz 5, h. 72-73).
5.    Dr. Wahbah az-Zuhailiy, dalam kitab tafsirnya At-Tafs-ir al-Mun-ir, menyebutkan bahwa sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa makna ulil amri itu adalah ahli hikmah atau pemimpin perang. Sebagian lagi berpendapat bahwa ulil amri itu adalah ulama yang menjelaskan kepada manusia tentang hukum-hukum syara' (Tafsir  al-Mun-ir, juz 5 : 126).
6.    Menurut Ibnu ’A.tiyyah dan al-Qur.tubiy, jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ulil amri adalah umara` (pemerintah) atau khulafa` (pemimpin) (Al-Muharrar al-Waj-iz, vol. 2 : 1993: 70).
Tampaknya pendapat jumhur ulama ini lebih dapat diterima. Dari segi sebab turunnya, ayat ini turun berkenaan dengan komandan pasukan. Ini berarti, topik yang menjadi objek pembahasan ayat ini tidak terlepas dari masalah kepemimpinan. Kepemimpinan dalam sebuah negara ada yang dipegang oleh seorang presiden, raja, perdana menteri dan lain-lain. Pemimpin negara ini memiliki kewenangan untuk mengangkat para pemimpin di bawahnya, seperti para menteri dalam kabinet pemerintahan. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah
pernah bersabda:
"Mendengar dan menaati seorang (pemimpin) yang muslim adalah wajib, baik dalam perkara yang disenangi atau dibenci, selama tidak diperintahkan untuk maksiat... (HR al-Bukhariy).

Dalam hadis lain, disebutkan, "Dari Abu Hurairah bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: "Barang siapa yang menaatiku, sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku, sesungguhnya dia telah bermaksiat kepada Allah. Barang siapa yang menaati pemimpin, sesungguhnya dia telah menaatiku. Barang siapa yang bermaksiat kepada pemimpin, sesungguhnya dia telah bermaksiat kepadaku ..." (HR. al-Bukhariy).
Berikut adalah ringkasan tafsir ayat diatas diambil dari beberapa Muffassirun (beberapa kitab tafsir para ulama tafsir)
1.   Tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di
Allah memerintahkan untuk taat kepada Nya dan rasul Nya dengan melaksanakan perintah keduanya yang wajib dan yang sunnah serta menjauhi larangan keduanya. Allah juga memerintahkan untuk taat kepada para pemimpin, mereka itu adalah orang-orang yang memegang kekuasaan atas manusia, yaitu para penguasa, para hakim dan para ahli fatwa (mufti), sesungguhnya tidaklah akan berjalan baik urusan agama dan dunia manusia kecuali dengan taat dan tunduk kepada mereka, sebagai suatu tindakan ketaatan kepada Allah dan mengharap apa yang ada di sisiNya, akan tetapi dengan syarat bila mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan kepada Allah, dan bila mereka memerintahkan kepada kemaksiatan kepada Allah, maka tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam kemaksiatan kepada Allah. Dan bisa jadi inilah rahasia dari dihilangkannya kata kerja "taat" pada perintah taat kepada mereka dan penyebutannya bersama dengan taat kepada Rasul, karena sesungguhnya Rasul tidaklah memerintahkan kecuali ketaatan kepada Allah, dan barang siapa yang taat kepadanya sesungguhnya ia telah taat kepada Allah, adapun para pemimpin maka syarat taat kepada mereka adalah bahwa apa yang diperintahkan bukanlah suatu kemaksiatan..
Kemudian Allah memerintahkan agar mengembalikan segala perkara yang diperselisihkan oleh manusia dari perkara-perkara yang merupakan dasar-dasar agama ataupun cabang-cabangnya kepada Allah dan RasulNya, maksudnya kepada kitabullah dan sunnah RasulNya, karena pada kedua hal itu ada keputusan yang adil bagi seluruh masalah yang diperselisihkan, yaitu dengan pengukapannya secara jelas oleh keduanya atau secara umum atau isyarat atau peringatan atau pemahaman atau keumuman makna yang dapat diqiyaskan dengannya segala hal yang sejenis dengan keumuman makna tersebut, karena sesungguhnya diatas kitabullah dan sunnah RasulNya agama tegak berdiri, dan tidaklah akan lurus iman seseorang kecuali dengan mengimani keduanya.
".....taatilah Allah, dan taatilah RasulNya dan ulil amri diantara kamu....", maksudnya adalah ulama ahli fikih dan ahli agama (Tafsir Ibnu Abbas)
Ayat dalam surah Annisa ;59 ini juga tentang dalil dilakukannya qiyas, bila hukum dari sesuatu hal masih diperselisihkan, dan belum diketahui dari satu nashpun kepada nash-nash yang ada, hanya dapat dilakukannya dengan cara menyamakan keduanya. Dan Firman Allah "...Kemudian jika kamu berselisih pendapat.." ..Penjelasan ayat ini adalah, bahwa ketika tidak ada perselisihan (diantara para ulama), maka seorang muslim harus mengamalkan hukum yang telah disepakati. Inilah yang dimaksud dengan ijma', seperti yang dijelaskan oleh Al-Alusi dalam kitab tafsirnya ...(Tafsir Adhwa'ul Bayan, Syaikh Asy-Syanqithi)
2.   Tafsir Al Qurthubi..
Penjelasan ayat "...Taatilah Allah, dan taatilah RasulNya dan ulil amri diantara kamu...."
Ayat diatas membahas perihal pemimpin dan perintah bagi mereka untuk menunaikan amanat, begitu juga menetapkan hukum diantara manusia dengan adil. Ayat ini ditujukan untuk rakyat, pertama-tama diperintah untuk taat kepada Allah SWT yaitu dengan mengerjakan perintah-perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya, lalu taat kepada Rasul Nya dengan apa-apa yang diperintah dan dilarang, kemudian taat kepada ulil amri, sesuai penapat mayoritas ulama, seperti Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan selain mereka.
Al Qurthubi berkata, Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib RA, bahwa ia berkata, "Kewajiban seorang pemimpin adalah berhukum dengan adil dan menunaikan amanat, jika itu dilakukan, maka wajib bagi kaum muslimin untuk menaatinya karena Allah SWT memerintahkan kita untuk menunaikan amanat dan berlaku adil, lalu memerintahkan kita untuk taat kepada mereka"
Mujahid dan Jabir bin Abdullah berkata, "Ulil amri (pemerintah) adalah ahli Al Qur'an dan ilmu" ini merupakan yang dipilih oleh Malik Rahimahullah.
Adapun perkataan kedua sesuai dengan firman Allah SWT, "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (Sunnahnya)", dan tidaklah selain ulama mengetahui bagaimana mengembalikan kepada Al Qur'an dan sunnah, hal ini menunjukkan bahwa wajib bertanya kepada para ulama, serta wajib melaksanakan fatwa mereka.
Sahl bin Abdullah rahimahullah berkata, "Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mengagungkan pemimpin dan ulama, maka jika mereka mengagungkan keduanya, Allah akan menjadikan baik kehidupan dunia dan akhirat merkea dan jikaa mengabaikan keduanya dunia dan akhirat mereka akan rusak.
3.   Tafsir Al Aisar, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi
Salah satu kesimpulan dari ayat ini menurut tafsir Al Aisar adalah, Wajib taat kepada Allah dan Rasul Nya serta para penguasa muslim, baik para hakim atau ulama fikih, karena taat kepada Rasul adalah termasuk taat kepada Allah, dan taat kepada penguasa termasuk taat kepada Rasul SAW, berdasarkan hadits, "Barangsiapa yang menaatiku maka dia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa yang taat kepada waliku maka telah taat kepadaku, dan barangsiapa bermaksiat kepadaku maka ia telah bermaksiat kepada Allah, dan barangsiapa yang bermaksiat terhadap waliku maka ia telah bermaksiat kepadaku (HR Asy Syaikhan)
4.   Tafsir Ibnu Katsir
Sesuai dengan hadits riwayat Imam Bukhari, Dari Abu Hurairah RA, "Kekasihku (Nabi SAW) telah mewasiatkan kepadaku agar aku tunduk dan patuh (kepada pemimpin), sekalipun dia (si pemimpin) adalah budak Habsyi yang cacat anggota tubuhnya (tuna daksa)
Dari Ummul Husain, "Seandainya seorang budak memimpin kalian dengan memakai pedoman Kitabullah, maka tunduk dan patuhlah kalian kepadanya" (HR Muslim) (sesuai dengan penjelasan sebelumnya, bahwa ulil amri adalah pemimpin, ahli fikih, hakim, ulama yang menggunakan kitabullah dalam mengambil istimbath hukum)
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang melihat dari pemimpinnya sesuatu hal yang tidak disukainya, hendaklah ia bersabar. Karena sesungguhnya tidak sekali-kali seseorang memisahkan diri dari jamaah sejauh sejengkal, lalu ia mati, melainkan ia mati dalam keadaan mati jahiliah" (HR Bukhari, Muslim)
Makna dzahir ayat "ulil amri" adalah umum mencakup semua ulil amri dari kalangan pemerintah, juga para ulama..(Mujahid, Ata, Al Hasan Al Basri, dan Abul Aliyah)
2.4Pengamalannya Dalam Kehidupan Sehari-hari
            Keterangan di atas menunjukkan bahwa umat Islam diwajibkan untuk menaati ulil amri (pemimpinnya). Hanya saja, sebagaimana ditegaskan dalam hadis di atas, ketaatan kepada ulil amri (pemimpin) wajib dilaksanakan selama perkara yang diperintahkan oleh pemimpin itu dalam hal kebaikan, tidak melanggar syariat, dan bukan dalam rangka untuk berbuat maksiat. Ketaatan kepada ulil amri juga mencakup pada ketaatan terhadap aturan-aturan yang disusun dan ditetapkan oleh ulil amri.
            Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus taat kepada aturan yang telah disepakati oleh lingkungan di mana kita tinggal, baik pada tingkat RT, RW, desa atau kelurahan, dan seterusnya hingga pada tingkat aturan negara. Misalnya, setiap warga negara diwajibkan memiliki KTP, maka kita harus taat dan harus  melaksanakannya. Begitu juga ketika di sekolah, maka kita wajib taat dan patuh kepada aturan yang dibuat oleh pihak sekolah.
            Sebagai muslim yang baik, sudah menjadi kewajiban kita untuk menaati segala aturan yang ada di sekitar kita. Menumbuhkan dan menerapkan sikap taat kepada aturan memang bukanlah sesuatu yang mudah. Ia memerlukan komitmen dan konsistensi yang kuat dalam diri kita untuk melaksanakannya. Beragam hikmah dan manfaat dari sikap ini telah tampak jelas dan nyata seperti yang telah dipelajari pada pembahasan sebelumnya. Oleh karena itu, kita tidak perlu menunda-nunda lagi untuk menumbuhkan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
            Lingkungan keluarga adalah tempat yang paling tepat untuk memulai menerapkan sikap taat kepada aturan. Hal ini dapat dimulai dengan pembuatan aturan  yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Setiap anggota keluarga mesti mengetahui dan melaksanakan hak dan kewajibannya dengan baik. Selanjutnya melaksanakan aturan yang telah disepakati bersama secara konsisten. Beberapa contoh aturan dalam lingkungan keluarga misalnya, merapikan tempat tidur masing-masing ketika bangun tidur, melaksanakan tugas di rumah yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing, menjaga hubungan yang baik terhadap seluruh anggota keluarga, menghormati orang tua dan menyayangi saudara, dan lain sebagainya.
            Setelah dapat melaksanakan dan menaati segala aturan yang ada dalam lingkungan keluarga, selanjutnya berusaha untuk menerapkannya di lingkungan sekolah dan masyarakat. Di sekolah, kita harus selalu menaati peraturan yang dibuat oleh pihak sekolah. Misalnya, berbakti kepada guru dengan cara melaksanakan perintah dan nasihat-nasihat yang baik, menghormati guru, karyawan, dan pegawai sekolah lainnya, belajar dengan tekun dan disiplin,  serta mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada di sekolah.
            Sedangkan dalam kehidupan di masyarakat, menaati aturan atau norma yang berlaku merupakan sesuatu yang mutlak kita lakukan. Setiap daerah pasti memiliki aturan, adat atau norma yang berbeda-beda, tapi memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun, damai, tenteram, dan sejahtera. Kita harus menghormati, menaati, dan melaksanakan aturan daerah di mana kita bertempat tinggal. Aturan yang ada di masyarakat misalnya, menjaga nama baik kampung atau desa, menghargai dan menghormati tetangga,  menjaga kebersihan lingkungan, menaati semua aturan yang berlaku, dan lain-lain.



BAB 3
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kami dapat menyimpulkan bahwa inti dari ayat tersebut adalah:
1.      Umat mampu taat kepada perintah Allah SWT dengan segala keikhlasan tanpa ada kata tidak mau.
2.      Bagaimana umat taat terhadap apa yang diperintahkan oleh Rasul, karena menaati Rasul adalah merupakan sebagian daripada perintah Allah.
3.      Taat terhadap ulil amri, karena ulil amri merupakan pelanjut amanah Rasul-rasul, maka menaatinya adalah hal yang wajib. Di zaman sekarang, ulil amrilah yang sangat berperang dalam kesejahteraan rakyatnya.
Selain untuk taat terhadap Allah, Rasul dan ulil amri, juga diwajibkan bagaimana kita berlaku adil terhadap semua perkara sebagaimana yang telah dilakukan  oleh Nabi. Hal ini sangat diperlikan bagi seorang ulil amri.
3.2  Saran
     Tak ada manusia yang sempurna, sebagaimana dalam ungkapan “manusia tidak lupuh dari kesalahan dan kehilafan”, olehnya itu, setelah berusaha keras melakukan yang terbaik kita hanya bisa bertawaqqal kepada Allah sehingga kalau ada kesalahan kami menunggu kritik dan sarannya, dan benarnya itu datangya daari Allah swt. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 59



Tuesday, July 25, 2017

Rangkuman Tumbuhan Berbiji

1.         Ciri tumbuhan biji
a. Bentuk dan ukuran tubuh spermatophyta
       Semak  (berbatang pendek, merayap, berumpun)
       Perdu    (Berbentuk seperti pohon tetapi batangnya kecil dan pendek)
       Pohon   (Berbatang besar dan tinggi)
       Liana      ( Berbentuk seperti tali tambang dan tumbuh melilit pada pohon liar)
b. Struktur dan fungsi tubuh
       -Gymnospermae/ pinophyta (Tumbuhan biji terbuka)
       - Angiospermae / magnopoliophyta ( Tumbuhan biiji tertutup)
2.         Karena tumbuhan berbiji meiliki pembuluh untuk bereproduksi secara generatif dengan membentuk biji.
3.         Gnospermae adalah kelompok tumbuhan yang bijinya tidak terlidungi olh daun buah (karpel) tau bijinya berada pada bilah-bilah stobilus berbentuk sisik.
4.         Angioserae adalah kelompok tumbuhan yang bakal bijinya terlindungi oleh daun buah.
5.         Monokotil adalah tumbuhan yang bagian bijinya tunggal atau mono atau tak berkeping
6.         Dikotil tumbuhan yang belah atau tumbuhan bijijnya berkeping dua.
7.         Penyerbukan adalah jatuhya benang sari ke atas kepala putik.
8.         Pembuahan tunggal adalaha pembukaan pada tanaman , dimana serbuk sari hanya membuahi satu ovum saja di dalam bunga.
9.         Pembuahan ganda adalah proses yang terjadi pada pembentukan biji tumbuhan angiospermae (biji tertutup), disebut pembuahan ganda karena terjadi dua pembuahan pada proses pembentukan biji.
10.     Gymnosprmae        : Bahan industri ertas, obt-obatan, kosmetika, bahan makanan, bahan industri terpenting ,bahan kayu bangunan
Angiosprmae            : sayuran, obat-obatan, dll)
11 tumbuhan berbiji  (spermathophyta)
Gymnospermae / pinophyta       : tumbuhan biji terbuka
Amgiosermae/ magnoliophita    : tumbuhan berbiji tertutup
Tumbuhan berbiji tertutup terbagi menjadi

Dicotyledoneae / magnolipsida : keping lembaga dua
Monocotylodoneae                        : keping lembaga satu

Pencemaran Suara

       Pencemaran suara adalah suara yang tidak diinginkan, mengganggu, dan merusak penengaran manusia. Kebisingan adalah suara dengan frekuensi di atas 80 dB.
1.       Kebisingan impulsif, yaitu kebisingan yang terjadi dalam waktu singkat dan mengejutkan. Contohnya, suara ledakan mercon.
2.       Kebisingan impulsif kontinu, yaitu kebisingan impulsif yang terjadi terus menerus, tetapi hanya sepotong-sepotong. Contohnya, suara palu yang dipukul terus menerus.
3.       Kebisingan semikontinu, yaitu kebisingan kontinu yang hanya sekejap, kemudian hilang dan muncul lagi. Contohnya, suara lalu-lalang kendaraan di jalan.
4.       Kebisingan kontinu, yaitu kebisingan yang datang secara terus-menerus dalam waktu yang cukup lama. Contohnya, suara mesin pabrik. Kebisingan kontinu yang berintensitas tinggi dapat menyebabkan rusaknya pendengaran.
        Tingkat kebisingan dapat ditentukan dengan alat SLM (sound level meter). Dinyatakan dalam satuan decibel (dB). Rata-rata seseorang mampu mendengar suara dengan frekuensi 20-20.000 Hz. Nilai ambang batas kebisingan yang diperkenpankan adalah 85 dB untuk waktu kerja delapan jam per hari.
            Kebisingan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Tingkat gangguan tergantung pada tingkat kenyaringan suara (tingkat kebisingan). Kebisingan juga dapat menyebabkan gangguan psikologis, seperti kesulitan bekonsentrasi, dan gangguan fisiologis, sepertisakit kepala.

Saturday, July 22, 2017

Ceritaku Part 2

Setelah sekitar beberapa hari sesudah UN pengumuman hasil nilai UN pun akhirnya disampaikan melalui rapat orang tua. Saat itu juga aku sangat ingin melanjutkan sekolahku ke SMA TM (nama samaran lahh, aku sekolah di SMA lain). Ibuku yang waktu itu mengambil hanya bisa tersenyum saja melihat nilai UN ku. Wahh,,, saat itu aku mulai berpikir hal-hal lain. Setelah rapat selesai, ibuku keluar dari kelas dan aku langsung menghampirinya. Wajahku mulai tegang dan juga keringat dingin yang berkucuran. Huft, alhamdulillah ternyata nilai UN saya bagus, yaaa meskipun ada yang kecil satu, yaitu mata pelajaran yang hitung-hitungan itu lohhh, ahh kalian pasti juga udah tau. Aku saat itu yaa merasa gimanaa gitu, teman-temanku juga sama sihh merasa ada yang kurang. Kami merayakan, ehh bukan merayakan sihh lebih ke syukuran di rumah temanku yang mendapat juara satu UN. Yaaa,, teman-temanku nggak ngerakan yang aneh-aneh sihh kayak coret-coret baju, meskipun beberapa ada juga yang kaya itu.
                Banyak yang nanya ke saya nilai UN saya, yahh aku jawabnya sih biasa-biasa saja sihh karena yaa itu, ada yang kecil ada yang gede. Aku mulai berpikir untuk melanjutkan ke SMA favorit disana. Katanya banyak ngomong-ngomongin soal SMA itu bagus lah, gak ada bayaran lahh, terkenal lah, udah lah pokoknnya itu SMA favorit di daerah saya. Ayah saya yaa awalnya semangat banget buat masukin aku ke SMA itu, Ibu aku juga ngedukung aku, bahkan temen temenku juga, pokoknya banyak yang ngedukung.
                Hari pertama daftar aku mulai ke sekolah bawa formulir juga semua syarat-syarat nya. Temen-temen aku udah banyak yang ngegosip katanya masuk ke SMA itu tuhh passing grade nya tinggi banget ada yang sampe ini lahh bahkan sampe ke 300an juga, yaa meskipun passing grade aku sihh cuma 320ann. Aku berpikir, ahh aku masuk gak yaa ke SMA itu aku juga gak tau, hanya Allah yang tau. Setelah agak malam, di grup sosial media ku mulai rame tentang SMA favorit itu bahkan wali kelas ku udah ngirim beberapa foto passing grade nya sampe 340an, waw itu disekolah ku udah termasuk besar. Aku bicara sama  Ibuku “Bu lihat nih passing grade di SMA ini sekitar segini lohh Bu apa saya sanggup masuk ke SMA ini kan kurang Bu.”
“yahh nanti liat aja kalo misalnya Ayah kamu sanggup masukin kamu ke SMA ini kan bisa langsung masuk kan, katanya juga Ayah punya kenalan sama kepala  sekolah nya juga tuhh.” Kata ibu sambil menuju ke Ayah. “nihh yahh passing grade di SMA ini tuh segini,”
“huh, dapat dari mana kamu ini pendaftaran belum selesai mas udah dapet ini.” Kata Ayah sedikit meledek.
“aku dapet dai wali kelasku loh yahh kan wali kelasku Bu Tini (nama samaran, hehe), itu kan temen Ayah waktu SMA kann ?”
“iyaa, nanti aja liat gimana nanti.” Ayah menjawab
                Aku sedikit kesal mendengarnya, hmm aku langsung mengadu ke Ibu yang masih mendukung saya.
                Hari kedua pendaftaran biasa lahh aku ke sekolah lagi untuk melihat beberapa berkas-berkas lainnya. Disana juga sudah ada beberapa orang, jadi yaa aku udah mulai terbiasa. Meskipun sedikit sihh dan temenku yang datang pasti yang ituu melulu. Di hari itu Ibu wali kelasku mengirimkan lagi beberapa foto passing grade di SMA favorit tersebut. Wahh, ternyata naik nya tinggi banget sampai 350an, pikiran ku berbicara apakah aku sanggup, atau apakah aku akan masuk juga gak yahh, hmmm. Saat itu juga aku mulai kebingungan, dan aku berkonsultasi lagi dengan Ibuku bertanya-tanya tentang apakah aku sanggup atau tidak.
“Bu lihat, nilai UN nya tinggi apa bisa akumasuk ke sana ?” aku bertanya sambil cemberut.
“coba Ibu tanya pada Ayahmu, pasti bisalahh. Kan dia juaga punya kenalan di SMA itu, selain itu juga, Ibu kemarin sama Ayah udah dari kota liat-liat kosan aja di sekitaran sana dan kenalan juga sama temen Ayahmu yang katanya mau masukin kamu ke SMA itu.” Ibu bicara panjang lebar
“hmm, insyaallah lahh ayah masukin kamu ke SMA itu kalo ayah bisa sihh”
Aku pergi ke kamarku dan biasa lahh aku main-main gadget dan ngobrol-ngobrol nanya sini situ mau pada ngelanjutin kemana. Sebenernya sihh yaa, aku udah liat dari wajah Ayahku itu, kayaknya dia males masukin aku ke SMA, aku saat itu juga udah berpikiran kayak gitu. Dan ternyata benar, saat sore harinya entah kenapa Ibuku bicara bahwa katanya ayah gak bisa masukin aku, katanya juga terlalu susah. Ahh waktu itu juga aku langsung mengadu ke Ibuku.
“Bu masa sihh akugak masuk ke SMA itu, kan sekolah itu bagus bu, banyak juga temnku yang pengen daftar kesana”
“yahh jangan bicara ke Ibu dong, bicaranya ke Ayah sana !!” kata ibu.
“ahh suka gitu ah bicara sama Ayah mah, kayak yang gak ngedukung banget aku masuk ke SMA favorit itu lohh Bu.” (sambil cemberut)
“gimana yaa Ibu juga susah gitu ngomong sama Ayah juga tadi keras kepala gitu euhh.”
                Aku yang saat itu kesal langsung mengadu ke wali kelasku yang paling ngedukung (yaaa, wali kelas terbaik lahh). Aku tanya-tanya ke wali kelas yang juga kasih aku motivasi yang banyak. Aku tadinya mau mencabut pendaftaran ke SMA itu bahkan hampir aku cabutt. Tapi kata Ayahku jangan dulu kita liat nanti pas pengumuman pas nanti dua hari lagi.
                Besoknya sekitar hari ketiga pendaftaran, aku ke sekolah bahkan sama Ibuku mau ngadu soal itu tadi. Disekolah Ibu langsung bicara
“bu Tini (nama samaran wali kelasku, biar gak sulit) katanya euhh Ayahnya gak bisa masukin dia ke SMA itu.”
“ehh kenapa Bu kan kalo misalnya anak ibu dimasukin kesana nanti juga terbiasa sama lingkungan disana juga bu, ah Ibu mah.”
Saat itu Ibu aku dan wali kelasku sedikit berdebat soal, yaa itu tadi, aku pengen banget masuk ke SMA itu. Walikelas juga kasih motivasi dan saran juga kalo nggak jadi ke SMA itu, temen-temenku juga banyak yang ngeharapin aku masuk kesana kan katanya,
“iya ihh bener masuk aja ke SMA itu, euhh aku mah kalo dapat kesempatan kaya gitu mau dipake coba buat aku aja.” Temenku Zara berkata, sambil sedikit greget.
Aku saat itu hanya sedikit berbicara, tersenyum dan mendengarkan saja saran masukan dari temen juga wali kelasku. “bu aku mau minta nomor telepon Ayah Raihann, nanti aku bicara lagi sam Ayahnya.”
                Wali kelas ku juga sampai minta nomor telepon orang tuaku, bahkan sampai di telepon beberapa kali, Ayahku juga tetap tidak mau memasukan aku ke SMA itu bahkan sampai dipaksa wali kelasku tetap tidak mau (biasa lahh sifatnya sedikit keras kepala). Sampai-sampai kan itu hari terakhir daftar, beskonya kan mau liat pengumuman di sekolah itu jadi kata Ayahku tunggu aja besok. Malemnya aku bahkan sampai putus asa nangis-nangis (lahh masa cowok nangis sihh, hmm. haha). Ibuku juga sampai nangis gak bisa lagi berkata apa-apa karena yaa mungkin udah kalah debatnya sama Ayah. Ibuku berkata mungkin ini yang terbaik diberikan oleh Allah SWT.
                Aku tanya-tanya soal SMA yang favorit lagi ke wali kelasku dan ternyata ada satu daerah kota, sedikit jauh sihh, tapi yaa mau gimana lagi. Oke, aku langsung bicara pada Ayah, bahkan berdebat lagi, sampai Ayah diem aja, aku gak tau kenapa. Aku lalu bicara sama Ibu mungkin juga kata Ibu itu berarti dia setuju aja kamu sekolah di SMA Ciamis.
                Besoknya hari pengumuman, dan itu deg-degan banget, juga saat itu hari terakhir pendaftaran di SMA Ciamis. Aku sama Ayah berangkat pagi ke sekolah dulu, takut nanti gak keterima di SMA TM, jadi untuk antisipasi aku bawa aja formulir untuk ke SMA Ciamis itu. Setelah sampai di kota tempat SMA itu aku langsung menuju ke tempat majalah dinding dan melihat pengumuman, aku melihat sampai detail dan ternyata nama aku tidak ada. Yaa sudahlah, aku liat juga yang keterima dari SMP aku cuma sedikit. Disaat itu juga wali kelasku yang kebetulan temennya Ayah ketemu pas-pasan di ruang daftar (aku waktu itu mau ngambil lagi berkasnya karena kan udah gak keterima disana).
“ehh Bapak, apa kabar Pak ?, mau masukin anakmu ke sini ?” kata ibu Tini.
“ehh, sehat-sehat aja. Hmm, nggak ah mau ke SMA lain aja, passing grade nya juga kurang memenuhi.”
“gak apa-apa atuhh yuu, nanti bisa diobrolin sama kepala sekolahnya kan kenal yaa ?” sambil memberi masukan
“Iyaa tapi ahh aku gak mau ahh.”
Ayahku tetap saja keras kepala (mungkin ini yang terbaik untukku), bahkan wali kelas sambil mengajak Ayahku ngobrol sama kepala sekolah nya , tapi tetap tidak mau juga. Wali kelasku juga mungkin udah nyerahh lahh, aku juga diberi motivasi agar aku bisa menjadi yang terbaik di sekolah SMA yang saat iniaku belajar di sini. Dan aku langsung menuju kota yang sedikit jauh dari sana. Temen temenku juga banyak yang kecewa kenapa lahh gak mau kesana inilah, itulahh. Pokonya segala macem, tapi aku juga udah fix yaa mau ke SMA pilihan ku yang ini.
                Sampai disana kota Ciamis, aku sebenernya sangat asing sihh liat kotanya karena kan aku, gak terlau sering kesana karena jauh, sekitar dua jam dari rumahku. Aku masuk dan liat-liat wahh ternyata luas juga yahh meskipun panas, tapi yaa bagus juga. Aku masuk ke ruang daftar yang saat itu masih dibuka (itu hari pendaftaran terakhir, huft masih beruntung). Dan ternyata guru yang ngedaftarin juga bicara bahwa nilaiku bagus juga. Aku kasih tau nih yaa waktu itu kan sekolah itu masih asing, jadi aku gak tau apa-apa, yaa aku disuruh beli map malah kesana-kemari, ehh malah sampai salah jalan, soalnya aku gak tau banget tempat itu, hahaha. Aku juga waktu itu liat tempat kosan disana.
Setelah semua berkas selesai, aku kembali dulu ke sekolah untuk minta foto buat di berkasnya, dan waktu itu guruku nanya.
“jadi ngelanjutin kemana hann ?” kata Bu Tini
“ohh aku langsung aja tadi ke ciamis.”
“waww langsung kesana ?, jauhh loh itu.” Sedikit menggeleng kepala.
“yaa, mau gimana lagi soalnya aku juga mau kesana.”
                Dan setelah berkas foto selesai aku pulang dan menunggu sekitar beberapa hari untuk pengumumannya. Aku makin jadi gak sabar buat nunggu nya, sambil Ayahku memberi sedikit masukan, dari Ibuku juga.
Ketika hari pengumuman aku siap-siap dan pergi ke sekolah, dan katanya suratnya ada di Ciamis. Aku waktu itu langsung aja ke sana. Ternyata eh ternyata sesudah sampai disana katanya suratnya udah diambil, lahh aku tanya-tanya ke wali kelas, malah gak tau juga, udah ngehubungin Pak Jajang malah nggak dibales, mungkin gak bawa hp kali. Dan aku balik lagi ke SMP, ternyata benar surat nya udah diambil sama Pak Jajang. Uhh cape-cape aku sama Ayah ke kota, ahh dasar. Dan allhamdulillah aku keterima di SMA Ciamis, waktu itu aku seneng, nunjukin ke Ibuku juga seneng Ibu aku.

                Nahh, mau tau kenapa Ayahku gak mau masukin aku di SMA yang pertama tadi. Ayahku waktu itu baca koran, ehh lupa gak tau korannya apa. Tapi isinya pokoknya tentang seorang guru yang ngadu karena banyak sekali siswa yang masuk ke SMA melalui jalu belakang alias uang dan bukan jalur murni nilai. Nahh itu lohh penyebab nya. Tapi di SMA Ciamis juga aku udah allhamdulillah keterima. Ini semua hanya Allah SWT yang mengatur dan Maha Mengetahui.